Oleh Paimun, M.Pd
Koperasi soko guru ekonomi bangsa Indonesia. Oleh karena itu koperasi harus kuat menghadapi persaingan global. Semua unit usaha memberikan kontribusi bagi berkembangnya koperasi. Jika mendapat keuntungan, maka anggota, pengurus, dan keluarganya sejahtera.
Semua anggota, pengurus, dan pengawas mengimplementasikan asas kekeluargaan dalam berkoperasi. Mereka menyelesaikan secara kekeluargaan jika terdapat permasalahan. Bukan saling mencari-cari kesalahan dan menyalahkan. Namun, sebaliknya bersinergi memajukan dan mengembangkan koperasi.
Minggu (22/4/2018) Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Kabupaten Gunungkidul mengadakan rapat anggota tahunan, Tutup Buku tahun 2017 di ruang sidang PKPRI. Semua anggota koperasi primer mengirimkan dua orang. Orang yang mewakili menunjukkan surat tugas dari lembaga sebelum mengikuti acara.
Bertindak sebagai pembawa acara Dra Suwarni. Acara pembukaan, meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Koperasi, laporan pengurus/ pengawas, sambutan ketua gabungan PKPRI, dan penutup. Acara dimulai pukul 10.00 WIB, setelah peserta memenuhi kuorum yang dipersyaratkan. Pembawa acara membagi waktu secara bijak.
Pada saat menyanyikan Mars Koperasi gagal dilaksanakan karena kesalahan teknis. Akhirnya peserta dipersilahkan duduk kembali. Pengeras mengalami gangguan. Semua memaklumi dan tidak ada suara gaduh. Justru pembawa acara dipersilahkan melanjutkan acara berikutnya.
Drs.H.Janurisman, M.Pd menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus tutup buku 2017. Pengurus meminta maaf atas ketidaknyamanan tempat, karena bangunan PKP sudah dimakan usia. Keberhasilan pengurus melakukan pemupukan modal dengan menerbitkan beberapa lembar saham senilai Rp480.000.000,00 dan berhasil mengupayakan suku bunga 0,75 flate.
Pengurus juga berhasil menjual tanah kavling di Karangrejek. Untuk tanah di Playen masih dilakukan negosiasi. Begitu juga penjualan alat tulis kantor (ATK) mengalami peningkatan dengan sistem belanja nontunai. Adapun mebel tetap menjual meskipun stabil.
Di samping mencapai target beberapa unit usaha tidak terpenuhi. Usaha belum memenuhi target simpan pinjam, sehingga saldo kas masih Rp400.000.000,00. Usaha lainnya belum terlaksana kulakan bersama karena harus menyiapkan gudang dan kendaraan sendiri.
Pada akhir laporannya pengurus meminta maaf, banyak koreksi pada buku laporan dikarenakan waktu pengerjaan mepet. Hal ini akibat dari menunggu proses negosiasi salah satu koperasi primer. Kepada anggota yang menyampaikan catatan dan koreksi diterima dengan baik.
Setelah laporan dari pengurus dilanjutkan sambutan ketua gabungan pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia yang disampaikan oleh Ngatimin. Ngatimin menyatakan selamat atas keberhasilan pengurus menyusun LPJ. Keberhasilan penyusunan karena didukung oleh anggota. Anggota harus berkualitas dan loyal.
Menurut ngatimin, koperasi didirikan, diatur, dan dikelola oleh anggota, sehingga anggota harus aktif. Kepada pengurus ngatimin berpesan, "Harus memberikan layanan yang adil bijak jujur bertanggung jawab ramah dan koordinatif," katanya. Persyaratan lainnya, harus punya ilmu mau dan mampu bekerja. Bila perlu saat RAT diberikan hadiah kepada anggota yang duduk di kursi paling depan dan pulang setelah RAT berakhir.
Sementara itu ka Dinas Koperasi dan UKM yang diwakili oleh Ratna menyatakan, "Pemerintah berwenang membina dan mengawasi koperasi." Di dalam anggaran Dinas Koperasi dan UKM terdapat anggaran untuk membina 10 sampai dengan 15 koperasi.
Di bagian lain Kadinas menyatakan pemerintah berwenang memeriksa koperasi secara pasif. Baru dilakukan secara aktif jika terdapat hal-hal khusus yang memerlukan tindakan dan peran pemerintah. Selanjutnya
Koperasi diharapkan segera mencetak nomor induk koperasi dan menyikapi peraturan perkoperasian.
Di sela acara RAT pembawa acara memberikan kesempatan kepada direksi Bank BKE yang diwakili oleh Derry janaka menawarkan kerjasama mendirikan toko untuk memaksimalkan fungsi bangunan. BKE siap mendampingi dari perencanaan sampai operasional. Besar pinjaman mencapai Rp400.000.000,00. BKE juga memberikan program Kavling tanah. Perorangan diberikan kredit 50 juta dan mendapatkan pendampingan jasa konstruksi dan perumahan.
Acara pembukaan selesai, tamu undangan dipersilahkan melanjutkan tugas dinas lainnya. Namun, bagi yang berkenan menunggui sampai berakhirnya RAT dipersilahkan. Semua tamu undangan meninggalkan ruang pertemuan.
Acara berikutnya adalah pembahasan laporan pertanggungjawaban. Diawali pengantar pengurus yang disampaikan oleh Drs. H.Janurisman M.Pd. Akhirnya disepakati terdapat dua termin konfirmasi dan pertanyaan. Permen pertama terdapat tiga penanya masing-masing dari koperasi Anggun, Tenang, dan Meter.
Dari ketiga penanya, umumnya mengapresiasi kinerja pengurus dan mengucapkan terima kasih karena pengurus dan pengawas berhasil menyusun LPJ. Diantara penanya juga menyarankan pentingnya ketelitian penyusunan laporan karena dibaca orang banyak, seperti yang disarankan oleh perwakilan Koperasi Anggun. Semua konfirmasi dan pertanyaan dijawab dan sarannya diterima.
Setelah laporan pertanggungjawaban pengurus pengawas diterima dilanjutkan pemilihan pengurus dan pengawas masa bakti 2018-2021. Pemilihan dilakukan menggunakan sistem formatur. Adapun susunan kepengurusannya ketua Drs. Mubari, M.Kes dibantu ketua 2, dan dilengkapi sekretaris, bendahara, dan 3 anggota pengurus. Untuk susunan pengawas dikomandani oleh Sarena SE MA dibantu 2 anggota.
Setelah disetujui anggota dilanjutkan pengambilan sumpah yang dipimpin oleh Ka.Dinas Koperasi dan UKM yang diwakili oleh Ratna. Setelah selesai pengambilan sumpah dilanjutkan penandatanganan berita acara. Berikutnya dilakukan undian door prize dari sponsor.
Suasana RAT penuh kekeluargaan sehingga acara demi acara berjalan seperti yang direncanakan. Kesalahan diakui dan akan diperbaiki oleh pengurus. Peserta memberikan maaf. RAT tidak bertele-tele dan pukul 14.00 selesai.
Guru SDN Wonosari 1 Gunungkidul DI Yogyakarta
Koperasi soko guru ekonomi bangsa Indonesia. Oleh karena itu koperasi harus kuat menghadapi persaingan global. Semua unit usaha memberikan kontribusi bagi berkembangnya koperasi. Jika mendapat keuntungan, maka anggota, pengurus, dan keluarganya sejahtera.
Semua anggota, pengurus, dan pengawas mengimplementasikan asas kekeluargaan dalam berkoperasi. Mereka menyelesaikan secara kekeluargaan jika terdapat permasalahan. Bukan saling mencari-cari kesalahan dan menyalahkan. Namun, sebaliknya bersinergi memajukan dan mengembangkan koperasi.
Minggu (22/4/2018) Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Kabupaten Gunungkidul mengadakan rapat anggota tahunan, Tutup Buku tahun 2017 di ruang sidang PKPRI. Semua anggota koperasi primer mengirimkan dua orang. Orang yang mewakili menunjukkan surat tugas dari lembaga sebelum mengikuti acara.
Bertindak sebagai pembawa acara Dra Suwarni. Acara pembukaan, meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Koperasi, laporan pengurus/ pengawas, sambutan ketua gabungan PKPRI, dan penutup. Acara dimulai pukul 10.00 WIB, setelah peserta memenuhi kuorum yang dipersyaratkan. Pembawa acara membagi waktu secara bijak.
Pada saat menyanyikan Mars Koperasi gagal dilaksanakan karena kesalahan teknis. Akhirnya peserta dipersilahkan duduk kembali. Pengeras mengalami gangguan. Semua memaklumi dan tidak ada suara gaduh. Justru pembawa acara dipersilahkan melanjutkan acara berikutnya.
Drs.H.Janurisman, M.Pd menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus tutup buku 2017. Pengurus meminta maaf atas ketidaknyamanan tempat, karena bangunan PKP sudah dimakan usia. Keberhasilan pengurus melakukan pemupukan modal dengan menerbitkan beberapa lembar saham senilai Rp480.000.000,00 dan berhasil mengupayakan suku bunga 0,75 flate.
Pengurus juga berhasil menjual tanah kavling di Karangrejek. Untuk tanah di Playen masih dilakukan negosiasi. Begitu juga penjualan alat tulis kantor (ATK) mengalami peningkatan dengan sistem belanja nontunai. Adapun mebel tetap menjual meskipun stabil.
Di samping mencapai target beberapa unit usaha tidak terpenuhi. Usaha belum memenuhi target simpan pinjam, sehingga saldo kas masih Rp400.000.000,00. Usaha lainnya belum terlaksana kulakan bersama karena harus menyiapkan gudang dan kendaraan sendiri.
Pada akhir laporannya pengurus meminta maaf, banyak koreksi pada buku laporan dikarenakan waktu pengerjaan mepet. Hal ini akibat dari menunggu proses negosiasi salah satu koperasi primer. Kepada anggota yang menyampaikan catatan dan koreksi diterima dengan baik.
Setelah laporan dari pengurus dilanjutkan sambutan ketua gabungan pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia yang disampaikan oleh Ngatimin. Ngatimin menyatakan selamat atas keberhasilan pengurus menyusun LPJ. Keberhasilan penyusunan karena didukung oleh anggota. Anggota harus berkualitas dan loyal.
Menurut ngatimin, koperasi didirikan, diatur, dan dikelola oleh anggota, sehingga anggota harus aktif. Kepada pengurus ngatimin berpesan, "Harus memberikan layanan yang adil bijak jujur bertanggung jawab ramah dan koordinatif," katanya. Persyaratan lainnya, harus punya ilmu mau dan mampu bekerja. Bila perlu saat RAT diberikan hadiah kepada anggota yang duduk di kursi paling depan dan pulang setelah RAT berakhir.
Sementara itu ka Dinas Koperasi dan UKM yang diwakili oleh Ratna menyatakan, "Pemerintah berwenang membina dan mengawasi koperasi." Di dalam anggaran Dinas Koperasi dan UKM terdapat anggaran untuk membina 10 sampai dengan 15 koperasi.
Di bagian lain Kadinas menyatakan pemerintah berwenang memeriksa koperasi secara pasif. Baru dilakukan secara aktif jika terdapat hal-hal khusus yang memerlukan tindakan dan peran pemerintah. Selanjutnya
Koperasi diharapkan segera mencetak nomor induk koperasi dan menyikapi peraturan perkoperasian.
Di sela acara RAT pembawa acara memberikan kesempatan kepada direksi Bank BKE yang diwakili oleh Derry janaka menawarkan kerjasama mendirikan toko untuk memaksimalkan fungsi bangunan. BKE siap mendampingi dari perencanaan sampai operasional. Besar pinjaman mencapai Rp400.000.000,00. BKE juga memberikan program Kavling tanah. Perorangan diberikan kredit 50 juta dan mendapatkan pendampingan jasa konstruksi dan perumahan.
Acara pembukaan selesai, tamu undangan dipersilahkan melanjutkan tugas dinas lainnya. Namun, bagi yang berkenan menunggui sampai berakhirnya RAT dipersilahkan. Semua tamu undangan meninggalkan ruang pertemuan.
Acara berikutnya adalah pembahasan laporan pertanggungjawaban. Diawali pengantar pengurus yang disampaikan oleh Drs. H.Janurisman M.Pd. Akhirnya disepakati terdapat dua termin konfirmasi dan pertanyaan. Permen pertama terdapat tiga penanya masing-masing dari koperasi Anggun, Tenang, dan Meter.
Dari ketiga penanya, umumnya mengapresiasi kinerja pengurus dan mengucapkan terima kasih karena pengurus dan pengawas berhasil menyusun LPJ. Diantara penanya juga menyarankan pentingnya ketelitian penyusunan laporan karena dibaca orang banyak, seperti yang disarankan oleh perwakilan Koperasi Anggun. Semua konfirmasi dan pertanyaan dijawab dan sarannya diterima.
Setelah laporan pertanggungjawaban pengurus pengawas diterima dilanjutkan pemilihan pengurus dan pengawas masa bakti 2018-2021. Pemilihan dilakukan menggunakan sistem formatur. Adapun susunan kepengurusannya ketua Drs. Mubari, M.Kes dibantu ketua 2, dan dilengkapi sekretaris, bendahara, dan 3 anggota pengurus. Untuk susunan pengawas dikomandani oleh Sarena SE MA dibantu 2 anggota.
Setelah disetujui anggota dilanjutkan pengambilan sumpah yang dipimpin oleh Ka.Dinas Koperasi dan UKM yang diwakili oleh Ratna. Setelah selesai pengambilan sumpah dilanjutkan penandatanganan berita acara. Berikutnya dilakukan undian door prize dari sponsor.
Suasana RAT penuh kekeluargaan sehingga acara demi acara berjalan seperti yang direncanakan. Kesalahan diakui dan akan diperbaiki oleh pengurus. Peserta memberikan maaf. RAT tidak bertele-tele dan pukul 14.00 selesai.
Guru SDN Wonosari 1 Gunungkidul DI Yogyakarta
Comments
Post a Comment