Oleh : yuliyanto
#Orang literat menemu baling
Salah satu makna atau pendalaman dari workshop menemu baling pada hari Ahad 22 April 2018. Tulisan ini didedikasikan untuk kawan-kawan Group pelatihan literasi matematika P4TK matematika Desember 2017.
Saya mengharapkan kawan-kawan di grup ini segera untuk bangkit kembali. Ceritakan apa yang ada dalam otak kita, itu semua akan menjadi tulisan yang akan mengikat pengalaman hidup kita mungkin akan bermanfaat di masa yang akan datang sebagai ilmu yang bermanfaat. Kalau tidak mau mengikat ilmu tersebut dengan tulisan dan disebarluaskan barangkali ibarat buruan Kijang terlepas begitu saja kata Pak Mampu. Lalu kapan kita akan memulai untuk menulis? Bukankah kita di grup ini semuanya sudah mampu untuk menulis dengan mulut? Gawai kita sudah terinstal semua pada saat pelatihan, lalu kurang apa lagi?
Asumsi baiknya adalah kawan-kawan di grup ini semua sudah pada menulis, namun tidak mau menunjukkan hasil tulisannya di grup WA ini. Saya kira tidak perlu demikian, karena dengan memposting di grup WA ini kita akan saling reaksi dan menerima informasi dari kawan-kawan semua. Apakah akan kita sia-siakan fasilitas yang ada di gawai kita? Bukankah akan terjadi lompatan yang luar biasa dengan myelin kita untuk mengantisipasi kepikunan dini? Tidak yakin kah kita dengan apa yang disampaikan para motivator maupun fasilitator pelatihan literasi di P4TK matematika bulan Desember 2017?
Agaknya tidak perlu malu lagi kita mengakui bahwa kebanyakan dari kita unsur malas menjadi sajian utama ketika ditanya kenapa belum mulai menulis? Sajian itu tersembunyi di dalam hati dengan ditutupi kata-kata baru sibuk mengurusi ini mengurus itu.
Menulis 30 menit sehari, hanya 30 menit
Saya kira tidak terlalu lama.
Bukan membuang waktu,
tapi itu memanfaatkan waktu
Mengikat buruan ilmu bukan sekedar ngomong di depan gawai
Memaksimalkan fungsi gawai bukan untuk gaya-gayaan
Memberikan contoh bukan hanya ngutak uyak siswa berliterasi
Bagaimana siswa bisa dan mau berliterasi, kalau kita tidak memberikan contoh kepada mereka?
Kegagalan dalam pendidikan dimulai dari tidak bisanya guru menjadi contoh
Guru tidak lagi menjadi digugu dan ditiru
IGI melalui tak mampu menyalurkan himbauan literasi
Dengan lompatan cara yang luar biasa
Bisa dilakukan di mana saja
Bisa dilakukan kapan saja
Bisa dilakukan sambil melakukan aktivitas yang lain
Mudah
Udah
Mudah
Udah
Kenapa kita masih enggan?
Aku tidak mau menanyakan pada rumput yang bergoyang
Karena rumput di depan rumahku
saya potong saya cabuti supaya mati
Tapi semangat kawan-kawanku di grup ini tidak boleh mati
Belum hidup kok sudah mati
Apakah pelatihan literasi akan melahirkan bayi-bayi prematur?
Bayi prematur yang akhirnya terkubur bersamaan dengan tiadanya karya?
Mari menjadi guru pembelajar yang Berikan contoh kepada anak-anak
Asumsi baik belum tentu menjadi kenyataan
Berikanlah kenyataan itu dengan memposting di grup ini
Guru-guru hebat akan muncul dari grup ini
Aku masih jauh dari kehebatan
Tapi aku akan menjadi hebat sesuai masanya
Aku akan menjadi hebat sesuai dengan kepribadian ku
Aku akan menjadi hebat tanpa peduli apakah orang menganggap aku hebat
Dan itu tidak menjadikan aku ujub
Apalagi takabur alias sombong
Apa yang bisa disombongkan?
Kita lahir sama-sama tidak memiliki apapun
Tapi karya lah yang akan membedakan kita
Diakui orang lain ataupun tidak yang penting kita berbuat
Berbuat baik tidak perlu disesali
Menulis Kebaikan tidak perlu disesali
Walau orang lain menganggap itu tidak baik
Tapi keyakinan berdasarkan karakter yakin dan iman
Pasti akan mendapat balasan kebaikan
Senin 23 April 2018 at 05.30
Ditulis dengan menemu baling menulis dengan mulut membaca dengan telinga
#Orang literat menemu baling
Salah satu makna atau pendalaman dari workshop menemu baling pada hari Ahad 22 April 2018. Tulisan ini didedikasikan untuk kawan-kawan Group pelatihan literasi matematika P4TK matematika Desember 2017.
Saya mengharapkan kawan-kawan di grup ini segera untuk bangkit kembali. Ceritakan apa yang ada dalam otak kita, itu semua akan menjadi tulisan yang akan mengikat pengalaman hidup kita mungkin akan bermanfaat di masa yang akan datang sebagai ilmu yang bermanfaat. Kalau tidak mau mengikat ilmu tersebut dengan tulisan dan disebarluaskan barangkali ibarat buruan Kijang terlepas begitu saja kata Pak Mampu. Lalu kapan kita akan memulai untuk menulis? Bukankah kita di grup ini semuanya sudah mampu untuk menulis dengan mulut? Gawai kita sudah terinstal semua pada saat pelatihan, lalu kurang apa lagi?
Asumsi baiknya adalah kawan-kawan di grup ini semua sudah pada menulis, namun tidak mau menunjukkan hasil tulisannya di grup WA ini. Saya kira tidak perlu demikian, karena dengan memposting di grup WA ini kita akan saling reaksi dan menerima informasi dari kawan-kawan semua. Apakah akan kita sia-siakan fasilitas yang ada di gawai kita? Bukankah akan terjadi lompatan yang luar biasa dengan myelin kita untuk mengantisipasi kepikunan dini? Tidak yakin kah kita dengan apa yang disampaikan para motivator maupun fasilitator pelatihan literasi di P4TK matematika bulan Desember 2017?
Agaknya tidak perlu malu lagi kita mengakui bahwa kebanyakan dari kita unsur malas menjadi sajian utama ketika ditanya kenapa belum mulai menulis? Sajian itu tersembunyi di dalam hati dengan ditutupi kata-kata baru sibuk mengurusi ini mengurus itu.
Menulis 30 menit sehari, hanya 30 menit
Saya kira tidak terlalu lama.
Bukan membuang waktu,
tapi itu memanfaatkan waktu
Mengikat buruan ilmu bukan sekedar ngomong di depan gawai
Memaksimalkan fungsi gawai bukan untuk gaya-gayaan
Memberikan contoh bukan hanya ngutak uyak siswa berliterasi
Bagaimana siswa bisa dan mau berliterasi, kalau kita tidak memberikan contoh kepada mereka?
Kegagalan dalam pendidikan dimulai dari tidak bisanya guru menjadi contoh
Guru tidak lagi menjadi digugu dan ditiru
IGI melalui tak mampu menyalurkan himbauan literasi
Dengan lompatan cara yang luar biasa
Bisa dilakukan di mana saja
Bisa dilakukan kapan saja
Bisa dilakukan sambil melakukan aktivitas yang lain
Mudah
Udah
Mudah
Udah
Kenapa kita masih enggan?
Aku tidak mau menanyakan pada rumput yang bergoyang
Karena rumput di depan rumahku
saya potong saya cabuti supaya mati
Tapi semangat kawan-kawanku di grup ini tidak boleh mati
Belum hidup kok sudah mati
Apakah pelatihan literasi akan melahirkan bayi-bayi prematur?
Bayi prematur yang akhirnya terkubur bersamaan dengan tiadanya karya?
Mari menjadi guru pembelajar yang Berikan contoh kepada anak-anak
Asumsi baik belum tentu menjadi kenyataan
Berikanlah kenyataan itu dengan memposting di grup ini
Guru-guru hebat akan muncul dari grup ini
Aku masih jauh dari kehebatan
Tapi aku akan menjadi hebat sesuai masanya
Aku akan menjadi hebat sesuai dengan kepribadian ku
Aku akan menjadi hebat tanpa peduli apakah orang menganggap aku hebat
Dan itu tidak menjadikan aku ujub
Apalagi takabur alias sombong
Apa yang bisa disombongkan?
Kita lahir sama-sama tidak memiliki apapun
Tapi karya lah yang akan membedakan kita
Diakui orang lain ataupun tidak yang penting kita berbuat
Berbuat baik tidak perlu disesali
Menulis Kebaikan tidak perlu disesali
Walau orang lain menganggap itu tidak baik
Tapi keyakinan berdasarkan karakter yakin dan iman
Pasti akan mendapat balasan kebaikan
Senin 23 April 2018 at 05.30
Ditulis dengan menemu baling menulis dengan mulut membaca dengan telinga
Comments
Post a Comment