Bangkit Dari Kehancuran Financial


Oleh : Yuliyanto
#orang literat menemu baling

Memiliki usaha untuk mendukung kehidupan dengan bermodalkan keterampilan yang ada menjadi entrepreneur. Untuk memperbesar usaha seorang pengusaha muda memerlukan dana yang tidak sedikit. Walaupun di beberapa usaha yang dilakukan ada yang tanpa bermodalkan financial. Ada yang dengan modal keterampilan berpikir dan feelling yang bagus usahapun bisa berjalan dengan baik. Nama kepanjangan dari usaha yang ada memerlukan modal berupa financial. Sehingga seringkali orang mau memiliki usaha sudah ketakutan karena tidak memiliki modal yang cukup.

Untuk menumbuhkan jiwa wirausaha pemerintah memunculkan beberapa program pendanaan. Untuk usaha kecil saat ini sering kita dengar istilah KUR kredit usaha rakyat dengan jasa yang relatif kecil. Namun support dari pemerintah ini seringkali justru disalahgunakan oleh masyarakat dengan penggunaan KUR untuk konsumtif. Pegawai bank penyalur pun tidak jeli dalam meneliti jenis usaha yang akan dibiayai oleh pengaju pinjaman. Dengan manipulasi data sana sini akhirnya pengajuan pun cair dan ternyata digunakan untuk konsumtif. Sering kali bagi bank penyalur yang penting target tercapai sehingga untuk apa kredit dicairkan tidak perlu dipantau dengan jeli. Tentu saja Ini jauh dari harapan pendanaan yang telah dianggarkan oleh pemerintah melalui bank yang ditunjuk.

Pengusaha muda yang baru merintis usaha beberapa mengalami kegagalan dengan berbagai sebab. Sebab karena keterampilan yang kurang dengan data yang minim dan jelas sekali pengalaman belum memiliki. Persaingan di dunia usaha selalu saja terjadi. Kreativitas dalam mensiasati keadaan di dunia usaha sangat diperlukan sehingga feeling seorang entrepreneur diperlukan untuk keberhasilan. Jiwa ulet tidak mudah menyerah dengan melihat potensi usaha dari berbagai sisi utamanya sisi global akan sangat mendukung keberhasilan. Beberapa usaha melejit, melesat, bagai anak panah Sang Arjuna dengan aset meningkat drastis sehingga banyak usahawan muda berhasil. Sering kali ini didukung oleh pintarnya mensiasati teknologi masa kini.

Sistem usaha yang dibuat dengan baik dengan berbagai sistem protectif usaha, dapat menangkal berbagai serangan untuk menuju kehancuran usaha. Namun apa daya seringkali beberapa usaha meskipun sudah dengan sistem yang sebaik-baiknya diusahakan tetap saja mengalami kehancuran. Kehancuran usaha seringkali membuat keterpurukan kehidupan. Kehidupan diri dan keluarga atau orang-orang yang ada di lingkup usaha tersebut pun ikut terpuruk. Apabila usaha. didanai dari dana pribadi maka kehancuran itu tidak terlalu membebani barangkali. Beban berat akan semakin dirasakan apabila usaha didanai dari dana pihak ketiga. Pihak ketiga yang mendanai kadangkala tidak mau memahami keadaan sebenarnya. Seringkali pihak ketiga hanya ingin dananya kembali bersama keuntungan yang dijanjikan.

Keterpurukan usaha memerlukan support baik secara psikis maupun finansial kepada pengusaha tersebut. Sistem komunikasi yang baik antara pihak ketiga dengan pengusaha akan mengurai kebuntuan dalam pengembalian modal. Pendekatan Humanis dari hati kehati walaupun itu mewakili lembaga akan membesarkan hati pengusaha untuk bangkit kembali dengan usaha baru ataupun melanjutkan usaha yang telah mengalami keterpurukan dengan sistem yang telah dipelajarinya kenapa terjadi keterpurukan.

Belajar dari pengalaman sebuah usaha yang mengalami keterpurukan karena sebuah kesalahan yang dilakukan. Sebuah pabrik minuman instant yang telah laku bagus, untuk memperbesar omset dan memang untuk melihatkan rasa agar meraih konsumen yang lebih banyak di tambahkan lah susu di dalam formula instan tersebut. Namun apa yang terjadi setelah ditambahkan susu memang semakin enak konsumen semakin banyak, tetapi masa expired dari produk cepat sekali tercapai. Satu hari harus terjual. Dan pada masa nya ada beberapa hari di mana produk tidak terjual dengan baik sehingga tetap harus dijual untuk mendapatkan kerugian. Padahal standarnya harus dibuang karena berpotensi mengandung racun.

Dan ternyata benar produk ini mengandung racun dan meracuni para konsumen sehingga pabrik pun mengalami kehancuran pengusaha mengalami kebangkrutan pula. Harus berurusan dengan pihak berwajib dikarenakan telah melakukan kelalaian dan menyebabkan orang lain menjadi korban. Sudahlah mengalami kehancuran seperti ini penyandang dana justru tidak mau tahu dan hanya ingin uangnya kembali. Wajar barangkali bagi pengusaha mengalami kekecewaan dan kebuntuan berpikir, dan diperparah dengan sikap komunikasi yang kurang humanis dari penyandang dana.

Per kesempatan untuk bertemu dengan pengusaha yang gulung tikar dan membangkitkan semangat untuk berusaha kembali dengan komunikasi yang baik akhirnya dapat ditemukan titik temu untuk mendapatkan kebangkitan usaha baru. Traumatis dengan kondisi kegagalan usaha yang pertama maka ditinggalkan. Tidak masalah berganti usaha, dengan sistem usaha yang bagus akhirnya di masa 3 bulan kebangkitan pun mulai terasa. Intinya kebangkitan usaha dimulai dari komunikasi yang baik dan membesarkan hati pengusaha yang terpuruk. Pihak ketiga personilnya harus tahu hal ini bagaimana psikologi orang yang terpuruk karena kehancuran usaha.

Bangkit dari kehancuran usaha menuju kebangkitan finansial sering kali pula memerlukan suntikan finansial berikutnya. Untuk hal ini lembaga penyuntik dana financial perlu mendampingi dengan hati-hati dan betul-betul support dalam usaha sehingga kebangkitan finansial dapat terwujud dari pengusaha tersebut. Kalau tanpa pendampingan yang efektif, memang sangat dikawatirkan terjadinya keterpurukan periode berikutnya sehingga akan mempengaruhi lembaga penyandang finansial. Adanya saling keterbukaan untuk membuka usaha baru dengan proposal yang realistis dapat mengungkap kebutuhan dan realita potensi usaha. Potensi usaha dapat berubah potensi keberhasilan dan potensi-potensi kehancuran dari berbagai sisi.

Presentasi proposal dengan realistis kejujuran yang tinggi dapat membangkitkan bertumbuh dan berkembangnya kebangkitan ekonomi atau kebangkitan finansial. Kebangkitan finansial yang baik akan mendukung seluruh lembaga finansial yang mendanainya. Inti dari segala persoalan adalah kejujuran dalam penyampaian komunikasi. Memang sifat amanah sangat diperlukan dalam relasi usaha. Semoga para entrepeneur semakin jujur dan baik sehingga keberhasilan menjadi barokah dalam kehidupan masyarakat.

Sabtu 28 April 2018 at 05.30
Ditulis dengan menemu baling menulis dengan mulut membaca dengan telinga

Comments