Oleh Paimun, M.Pd
Di zaman modern semua orang sekolah. Di sekolah diajarkan ilmu pengetahuan, sikap, keterampilan, dan nilai-nilai. Sekolah menjadi taman menyenangkan. Meskipun sejak pagi sampai sore di sekolah betah. Semua minat, bakat, dan kemampuan tersalurkan. Penyalurannya melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Semua warga perlu membudayakan rasa memiliki sekolah. Tujuannya agar sekolah mampu menciptakan, mengembangkan, dan melestarikan peradaban manusia. Oleh karena itu stakeholder dilibatkan sejak perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut program/ kegiatan sekolah. Partisipasi semua pihak berdampak positif terhadap kemajuan dan peningkatan mutu pendidikan.
Di sekolah terdapat sumber daya guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan. Seperti petugas tata usaha (TU), pustakawan, penjaga sekolah, satpam, dan petugas jaga malam. Para pegawai tersebut menjadikan sekolah sebagai sawah dan ladangnya. Berkat kerja di sekolah sehingga mendapatkan gaji untuk menghidupi keluarga.
Peserta didik yang sedang menuntut ilmu perlu ditanamkan pentingnya rasa memiliki sekolah dengan meningkatkan kepedulian, kebersihan, dan menjaga nama baik sekolah. Perolehan kejuaraan dan diliput wartawan media massa sekaligus mempromosikan sekolah. Jika kesulitan mengundang wartawan, sebaiknya membuat koran sendiri atau buletin.
Perjalanan sekolah perlu didukung komite sekolah. Lembaga partner sekolah untuk bersinergi memajukan sekolah. Jadi, tidak hanya tukang stempel sekolah. Komite berhak mengajukan usul dan mengkritisi program, kegiatan, dan biaya yang disusun sekolah. Dialog konstruktif, saling percaya, dan komunikatif harus dikembangkan. Sebaliknya sikap saling mencurigai dan saling menyalahkan harus dihilangkan.
Sekolah yang berdiri puluhan tahun, bahkan usianya melebihi 1 abad telah meluluskan ribuan alumni. Sekolah wajib menelusuri keberadaan alumni untuk mendukung dan mensupport kemajuan sekolah. Di antara alumni menjadi orang sukses dan pejabat penting di pemerintahan atau masyarakat. Alumni kekuatan luar biasa untuk mendukung kemajuan dan peningkatan mutu pendidikan.
Disamping alumni peserta didik, ada alumni guru dan tenaga kependidikan. Lamanya Pengabdian mereka tentu menyimpan segudang pengalaman mengelola sekolah. Sekali waktu perlu diundang untuk menyumbangkan pemikiran, berupa ide atau gagasan. Nama besar dan ketenaran sekolah hari ini, tidak lepas dari perjuangan para alumni guru dan tenaga kependidikan yang telah pensiun.
Di pihak lain yang harus peduli pemerintah daerah/ pusat. Untuk sekolah negeri semua biaya tanggung jawab pemerintah. Meskipun tidak melarang peran komite sekolah menggali sumber pembiayaan bersifat sukarela dari orang tua/ anggota komite sekolah. Dana dikelola sendiri oleh komite sekolah dan dipertanggungjawabkan kepada orang tua. Dana yang terkumpul digunakan untuk membayar guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT).
Budaya peduli dan komunikasi perlu digiatkan agar sekolah mampu mendidik tunas-tunas bangsa, menjadi generasi unggul pemilik masa depan gemilang. Seperti diketahui hidup di zaman modern tantangannya lebih berat dan beragam. Sekolah dituntut membekali peserta didik dengan melengkapi sarana dan prasarana, guru mencukupi dan berkualitas, sehingga menginspirasi dan melayani peserta didik dengan baik.
Guru SDN Wonosari 1 Gunungkidul DI Yogyakarta
Comments
Post a Comment