Warung Bu Sembik Banyak Dilirik



Ngatini atau lebih populer dengan nama Bu Sembik (52), istri dari Supardi (60). Memiliki 3 anak, anak pertama dan kedua berjenis kelamin laki-laki. Keduanya lulus dari SMA dan MAN. Si bungsu, perempuan duduk di kelas 3 SMP.

Alamat rumah Gadungsari Wonosari. Alamat usaha di Jalan Pramuka, Taman Bunga Wonosari Gunungkidul. Tepatnya ada di sebelah barat atau kiri jalan, jika ditempuh dari arah alun-alun kota Wonosari.

Sebelum berumah tangga, tepatnya pada tahun 1986 sudah berjualan berbahan dasar ayam. Berjualan dengan cara berkeliling dari rumah ke rumah atau kantor. Jenis masakan yang ditawarkan opor, bacem, dan ayam goreng. Wilayah yang didatangi meliputi seluruh wilayah kabupaten Gunungkidul.

Sejak tahun 2012 membuka warung dan berhenti berkeliling. Menyewa tempat di Jalan Pramuka Taman Bunga Wonosari. Harga sewa setiap tahun Rp15.000.000,00. Pemilik tanah dan bangunan meminta uang sewa untuk 3 tahun ke depan. Uang kontrak dibayar tunai sebesar Rp45.000.000,00 dengan hak pakai selama 3 tahun.

Sembik jam 05.00 pagi  ke pasar membeli ayam dan bumbu dapur. Selesai belanja  pulang ke rumah Gadungsari. Ayam dibersihkan kembali sesampai di rumah. Mengupas bawang merah, bawang putih, kunyit, serai, jahe, laos, dan sebagainya. Sembik meramu bumbu sendiri.

Warung dibuka dari pukul 10.00 dan tutup pada pukul 21.00. Warung melayani pembeli kurang lebih selama 11 jam dalam sehari. Meskipun rentang waktu lebih lama jika dibandingkan dengan keliling, namun badan tidak terlalu lelah. Tidak perlu berjalan jauh dan menjinjing dagangan kesana kemari.

Setiap hari mampu menjual 40 ayam utuh. Bumbu yang dipergunakan menghabiskan biaya Rp100.000,00. Harga jual 1 ayam utuh Rp100.000,00. Sehari terima uang  penjualan sekitar Rp4.000.000,00. Jika harga satu porsi Rp25.000,00 setiap orang, termasuk minum.

Keuntungan bersih yang diperoleh sekitar 20% dari total nilai penjualan. Sembik mendapat laba Rp800.000,00 dalam sehari. Pendapatan sebulan mencapai Rp24.000.000,00. Penghasilan cukup besar untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, seperti makan, pendidikan, dan  sosial lainnya.

Ciri khas warung makan Bu Sembik yang membedakan dengan warung makan lain yang sejenis karena menggunakan crispy sangat renyah. Rasanya gurih dan lezat. Menyempurnakan hidangan yang disajikan sekaligus menambah daya tarik pembeli.

Cara menarik pembeli, diantaranya  masakan rasanya enak ditambah dengan 3 kata sakti, yakni senyum, sapa, dan santun (3 S). Murah senyum merupakan daya tarik tersendiri. Calon pembeli datang disapa dengan ramah. Selalu bersikap santun terhadap pembeli dan pelanggan.

Sembik mempekerjakan 4 orang. Tenaga kerja mendapatkan upah bervariasi. Terendah menerima Rp800.000,00 dan tertinggi Rp1.200.000,00 setiap bulan. Besar kecilnya upah tergantung dari beban kerja, lama bekerja, dan keterampilan yang bersangkutan.

Setiap 1 tahun sekali mengadakan pengajian dan mengundang anak yatim. Semua peserta yang datang diberi makan dan minum secukupnya. Anak yatim diajak merasakan kebahagiaan hidup dengan menikmati sajian yang dihidangkan. Acara ini digelar dalam rangka mensyukuri rezeki yang diterima dari Allah.

Desa Wonosari setiap tahun mengadakan rasulan. Tidak terkecuali keluarga Supardi dan Ngatini juga menggelar open house. Semua relasi, pelanggan, teman, dan sahabat  diundang ke rumahnya. Hidangan rasulan disiapkan lengkap, seperti sayur lombok, gudeg, ayam goreng, ayam opor, ayam bacem, peyek, bakmi, dan sebagainya.

Sembik berkeinginan membuka usaha di tempat lain dan membeli tanah sebagai cabang baru. Anak pertama sudah mampu membuka usaha sendiri. Anak sulung sudah pandai dan paham tentang seluk beluk usaha ayam goreng. Dimulai dari membeli ayam, membuat bumbu, memasak, dan melayani pembeli. Anak pertama  mampu menabung untuk persiapan mendaftarkan ibadah haji.

Comments